Ujian Tesis Magister Kesehatan, Di Tengah Pandemi Covid-19

Pada saat pemerintah mengumumkan Pandemi COVID-19, maka Fakultas Kesehatan melalui edaran Rektor IIK STRADA Indonesia  mengubah sistem perkuliahan secara daring, demikian juga ujian tesis mahasiswa Magister Kesehatan IIK Strada Indonesia , melalui penggunaan video call group.

SIti Kholisah, SST mahasiswi program studi Magister Kesehatan yang sehari-hari menjadi tenaga bidan senior di salah satu puskesmas di Kab. Malang dan disela sela kesibukan dalam penanganan Covid 19, mengaku tetap saja merasakan grogi dan deg-degan tidak ubahnya mengikuti ujian secara langsung bertatap muka bersama para dosen penguji.

Sehari sebelum kegiatan ujian tesis  beliau mengirimkan video paparan presentasi di dalam group dan keesokan harinya dengan mengenakan baju putih hitam dengan jas almamater kampus  IIK Strada Indonesia yang satu satunya memiliki program magister kesehatan di lingkungan karesidenan Kediri atau se PTS di Jawa Timur ini, Calon lulusan Magister Kesehatan ini mengaku sangat terbantu dengan adanya ujian daring melalui video call group tersebut mengingat saat ini dengan adanya wabah COVID-19 dapat selesai tepat waktu.

“Ujian tesis secara online yang dilakukan dengan video call group merupakan solusi tepat sebagai satu diantara upaya mencegah atau memutuskan rantai penyebaran virus corona atau COVID-19. Karena himbauannya dilarang ke kampus, atau berkumpul, maka ujian tesis secara daring dengan video call group harus kami lakukan,” terang siti kholisah .  Siti Kholisah yang telah bekerja pada sebuah puskesmas di Kabupaten Malang ini mengakui bahwa tidak ada kendala selama pelaksanaan ujian tesis berlangsung.  Beliau sudah meminimalkan Kendala tersebut diantaranya adalah jaringan seluler dengan menfokuskan jaringan internet khusus untuk dipergunakan selama ujian berlangsung.

Beruntung bagi Siti Kholisah karena jaringan seluler tersebut tidak menjadi masalah krusial karena pelaksanaan ujian tesis tetap dilaksanakan dalam tenggang waktu sekitar 90 menit,,  Dr Nurwijayanti, M.Kes yang merupakan pembimbing dan sekaligus dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, mengatakan bahwa ujian tesis secara online, sejatinya yang membedakan dengan ujian tesis secara reguler hanyalah tentang medianya semata.

“Secara prosedur dan materi, ujian tesis secara online ini sama sekali tidak mengurangi bobot ujiannya sendiri, meskipun menggunakan sarana video call. Kami juga saling bertatap muka melalui layar, termasuk waktu sekitar 15 menit sampai dengan 20 menit pertama ujian tesis ini dengan melihat sekaligus mendengarkan mahasiswa menyampaikan paparan,” kata Nurwiyanti.

Masih banyak lagi mahasiswa yang akan melakukan ujian online baik proposal,seminar hasil dan tesis dengan sudah selesainya mahasiswa atas nama siti kholisah maka akan mengurangi jumlah mahasiswa yang belum melakukan ujian tesis, saya mengaharapkan wabah covid 19 ini tidakk mengurangi mahasiswa untuk mencapai progress di prodi magister kesehatan. Mengingat kebijakan pembelajaran online diperpanjang.

 “Kedepan jika kebijakan pembelajaran secara daring tersebut masih diperpanjang sampai mendatang, kami akan usulkan kepada Rektorat IIK Strada Indonesia untuk pelaksanaan ujian proposal /hasil/PBM dapat menggunakan media lainnya. Yang terpenting harus tetap dilaksanakan agar semangat mahasiswa tidak berkurang untuk menyelesaikan studinya tepat waktu,” ungkap Nurwijayanti.

Leave a comment