Welcome Satgas-01

Sabtu, 11 April 2020 – Menyikapi mewabahnya virus Corona Virus Disease 19 (Covid-19), IIK STRADA Indonesia terus mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebarannya. Kali ini, IIK STRADA Indonesia membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani Corona di lingkungan kampus.

Satgas bentukan Rektor IIK STRADA Indonesia Dr. Sandu Siyoto, S.K.M., M.Kes ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan IIK STRADA Indonesia dalam menghadapi bahaya Covid-19.

IIK STRADA Indonesia sangat meminimalisasi potensi penyebaran Corona di lingkungan kampus. Jika di kemudian hari ada orang yang diperkirakan telah berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 dan menunjukkan gejala virus tersebut (suspect) di lingkungan institut, maka tim satgas ini akan segera menangani orang tersebut. Mengingat virus ini sangat mengancam keselamatan, IIK STRADA Indonesia sangat serius dalam melakukan antisipasi penyebaran virus dan memperlambatnya.   Ketua Tim Satgas Covid-19 IIK STRADA Indonesia, Novita Ana Anggraini, S.Kep.,NS., M.Kep. menerangkan, satgas ini dibentuk untuk menyiapkan dan menyiagakan IIK STRADA Indonesia dalam menghadapi Corona. Menurutnya, satgas akan berperan sebagai edukator bagi sivitas akademika dan masyarakat serta menciptakan lingkungan ITS yang anti terhadap penyebaran Corona.

Menurutnya, tim satgas yang telah dibentuk ini telah melakukan sterilisasi lingkungan kampus. Mulai ruang kuliah, laboratorium, hingga kantor administrasi di dan ruang publik di lingkungan IIK STRADA Indonesia.  Tidak hanya itu, imbuhnya, masyarakat dan sivitas akademika yang ingin mengenal Covid-19 lebih dalam dapat langsung menghubungi layanan Hotline 0821 3228 8007.  Di sana, terdapat petugas tim satgas yang siap siaga untuk menjawab ragam pertanyaan seputar Corona. Selain itu, telah tersedia juga laman resmi untuk mengikuti perkembangan Covid-19 di ITS, yakni https://iik-strada.ac.id/satgas-covid-19/ 

Tim satgas telah menyiapkan sistemnya hingga dapat diikuti dengan mudah. Sivitas akademika hanya perlu mengikuti prosedur yang tertera dan lebih menahan diri dalam menghadapi penyebaran Covid-19 ini. Karakteristik virus yang masih diteliti ilmuwan ini juga tersedia dengan jelas di laman tersebut.

Menurut Novita, terdapat delapan langkah yang ditekankan tim satgas ketika menghadapi Corona. Pertama, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai upaya untuk mendekatkan diri dengan-Nya di masa krisis ini. Selanjutnya, anjuran tetap belajar dan bekerja di rumah. Menurut wanita yang juga ahli Emergency ini, hal tersebut termasuk langkah tepat dalam masa karantina mandiri dan membatasi interaksi fisik.

Ketiga, terdapat ajakan untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing) dengan jarak terdekat ialah 1,5 meter. Keempat, ada seruan mengonsumsi makanan bergizi yang mampu meningkatkan imunitas. Selain itu pula, kelima, penting untuk menjaga fisik agar higienis dengan rutin mencuci tangan dan wajah dengan bersih.

Keenam, ditekankan  untuk tidak melakukan mudik atau liburan sedikit pun. Belajar dari banyak negara tetangga yang mengabaikan soal ini sampai akhirnya sudah terlanjur fatal akibatnya. Setelah itu, pertemuan apapun, khususnya dalam skala besar, juga harus dibatalkan hingga setidaknya kurun waktu 14 hari rampung. Terakhir, Satgas Covid-19 juga melarang sivitas akademika untuk mengunjungi kerumunan massa seperti kafe, pusat perbelanjaan, dan semacamnya.

Langkah-langkah di atas merupakan fokus utama tim satgas dalam memproteksi lingkungan kampus dan melindungi sivitas akademika IIK STRADA Indonesia. Karena penyebaran virus ini mudah dan cepat.

Meskipun sudah menjaga jarak saja, tetap memiliki potensi tertular Corona. Oleh karena itu, Novita berpesan agar setiap insan melakukan kesadaran karantina mandiri agar virus ini dapat tereliminasi dengan sendirinya.

Leave a comment